Burung laut jenis Hydrobates pelagicus ternyata mampu
mengenali kerabatnya lewat bau. Kemampuan tersebut dimiliki guna mencegah inbreeding atau
perkawinan dengan satu kerabat.
Demikian terungkap dalam hasil penelitian Fransesco Bonadonna dari Centre of
Functional and Evolutionary Ecology di Montpellier, Perancis, dan rekannya yang
dipublikasikan di jurnal Animal Behaviour baru-baru ini.
Kemampuan mencium bau dengan tujuan menemukan pasangan untuk dikawini telah
umum dijumpai pada mamalia. Namun, ilmuwan selama ini beranggapan bahwa burung
cenderung memakai suara ataupun pengelihatan untuk memilih pasangan.
Fakta bahwa burung laut ternyata juga bisa menggunakan indera pencium untuk
menentukan pasangan menjadi bukti baru. Kemampuan tersebut tidak hanya dimiliki
golongan mamalia semata.
Untuk meneliti kemampuan burung itu, Bonadonna dan rekan mengambil beberapa
sampel burung dan mengusapnya untuk mendapatkan bau. Burung yang dipakai untuk
riset berhabitat di Pulau Isla de Benidorm, Spanyol. Kekerabatan burung di sana
telah dipelajari selama 20 tahun.
Setelah bau didapatkan dengan usapan, ilmuwan meletakkan kain dengan bau dari
burung satu kerabat di salah satu lengan dan kain dengan bau burung yang tak
sekerabat di lengan lain. Hasil menunjukkan, burung cenderung mendekati kain
dengan bau burung tak sekerabat.
"Yang kami temukan juga berkaitan dengan fakta bahwa selama 18 tahun
studi, kami tak pernah menemukan pasangan burung yang sekerabat berada dalam
satu sarang," kata Bonadonna seperti dikutip BBC, Rabu (18/7/2012).
Sejak lahir hingga akhir hidupnya, Hydrobates pelagicus selalu berada dalam
koloninya. Jadi, satu area tertentu juga merupakan rumah bagi beberapa burung
yang masih memiliki kekerabatan.
"Burung ini juga secara teori punya prinsip hanya memiliki satu pasangan
sepanjang hidupnya. Jadi, bila pilihannya buruk (yang sekerabat), maka itu akan
jadi katastrifi," kata Bonadonna.
Menurut Bonadonna, mempelajari perilaku satwa sangat penting untuk mengetahui
dampak aktivitas manusia pada satwa itu. Polusi dan manipulasi kondisi
lingkungan mungkin memiliki dampak yang buruk hanya karena manusia tak mengetahuinya.
Sumber : KOMPAS



0 komentar:
Posting Komentar