Penyedia solusi open source, Red Hat, memamerkan solusi yang
memungkinkan para perusahaan untuk membangun dan mengatur komputasi awan hybrid
terbuka.
Solusi tersebut menggabungkan seluruh portofolio produk Red Hat -- termasuk Red
Hat Enterprise Linux, Red Hat Enterprise Virtualization, Red Hat Storage, JBoss
Enterprise Middleware, Red Hat CloudFormsTM dan Red Hat OpenShiftTM
Platform-as-a-Service (PaaS).
Nah, kolaborasi layanan tersebut diklaim akan memberikan kemudahan bagi
perusahaan untuk memasuki komputasi awan hybrid terbuka yang tidak rumit.
"Komputasi awan telah memperkenalkan era baru pada TI dan telah membawa
perusahaan-perusahaan ke kebijakan strategi TI mereka yang paling penting saat
ini," kata Paul Cormier, president Products and Technologies Red Hat.
"Kami sangat yakin bahwa perusahaan-perusahaan perlu mengadopsi pendekatan
komputasi awan hybrid terbuka, dengan menggabungkan seluruh sumber daya mereka
yang ada ke dalam infrastruktur komputasi awan mereka, sehingga menjangkau
sumber daya fisik, virtual dan komputasi awan publik," lanjutnya dalam
keterangan tertulis.
Adapun 4 solusi komputasi awan hybrid terbuka Red Hat mencakup:
- OpenShiftTM Enterprise PaaS Solution: Platform aplikasi komputasi awan untuk
perusahaan, solusi ini akan menggabungkan Red Hat CloudForms, Red Hat
Enterprise Linux, Red Hat Enterprise Virtualization dan JBoss Enterprise
Middleware untuk membangun sebuah ITOps PaaS.
- Red Hat Hybrid Infrastructure-as-a-Service (IaaS) Solution: Solusi komputasi
awan hybrid terbuka untuk perusahaan yang diklaim pertama di industri.
- Red Hat Cloud with Virtualization Bundle: Solusi ini menggabungkan Red Hat
Enterprise Virtualization dan Red Hat CloudFormsTM secara bersama-sama untuk
memungkinkan pengguna pindah ke komputasi awan lebih cepat dengan menggabungkan
virtualisasi dan pengaturan komputasi awan ke dalam skema yang sama.
- Red Hat Storage: Mendefinisi ulang penyimpanan perusahaan dan komputasi awan
hybrid dengan solusi open source.
Ketersediaan
"Meski para pelanggan yang ingin membuat komputasi awan dari
komponen-komponen open source memiliki banyak pilihan skema, integrasi tetap
menjadi tantangan," imbuh Stephen O'Grady, principal analyst dari RedMonk.
Sumber : DETIK



0 komentar:
Posting Komentar