Pengumuman Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN)
tentang penemuan partikel yang konsisten dengan Higgs Boson pada Rabu
(4/7/2012) disambut meriah oleh para ilmuwan. Temuan itu juga membuat kalangan
awam heboh dan bertanya-tanya.
Higgs Boson adalah partikel elementer yang telah lama
dicari. Partikel ini dipercaya memberikan massa dan berperan dalam terbentuknya
semesta. Tanpa ada Higgs Boson, atom takkan tercipta, ikatan kimia tak
terbentuk semesta pun takkan ada.
Meski temuan CERN yang diumumkan kemarin masih pada tahap
awal, dalam arti belum mencapai kesimpulan final, ilmuwan yakin bahwa yang
ditemukan adalah Higgs Boson. Lalu, jika memang telah ditemukan, apa yang bisa
diharapkan dari penemuan itu? Apa sumbangsihnya bagi umat manusia?
Ilmuwan CERN, Albert de Roeck, mengibaratkan penemuan Higgs
Boson serupa dengan penemuan listrik. Manusia takkan pernah bisa
mengimajinasikan apa yang akan terjadi. Dengan demikian, jika ditanyakan
aplikasinya saat ini, maka jawabannya adalah belum ada.
"Apa yang sangat penting saat ini ialah bahwa Higgs
boson bisa menerangkan apa yang mungkin terjadi pada sepersejuta detik awal
alam semesta setelah (teori) Big Bang," kata de Roeck seperti dikutip
kantor berita AFP, Kamis (5/7/2012).
Situs Langitselatan menerangkan, setelah Big Bang, semesta
sangat panas dan terisi oleh lautan proton, netron, elektron, dan partikel
lain. Dalam 17 menit pertama, terbentuk atom dan elemen ringan. Hal ini
mensyaratkan adanya Higgs Boson.
Banyak ilmuwan mengatakan bahwa penemuan Higgs boson
diharapkan melengkapi Model Standar Fisika Partikel. Model standar menguraikan
adanya partikel elementer Fermion dan Boson. Model itu juga mensyaratkan adanya
partikel elementer yang berperan memberi massa.
Namun, fisikawan Ray Volkas berpandangan lain. Higgs boson
mungkin juga berhubungan dengan sesuatu yang lain, misalnya dengan materi
gelap, materi yang tak terlihat yang menyusun sebagian besar semesta, berjumlah
jauh lebih besar dari materi yang terlihat manusia.
"Mungkin saja, misalnya, Hoggs Boson menjadi jembatan
antara materi biasa, yang tersusun atas atom, dan material gelap, yang kita
tahu merupakan komponen yang penting bagi semesta. Itu akan memberi implikasi
yang fantastik dalam pemahaman seluruh materi semesta, tak cuma atom
biasa," katanya.
Menurut Volkas, akan sangat membosankan jika partikel yang baru saja ditemukan
CERN hanya memenuhi Model Standar Fisika Partikel. Penemuan partikel itu
seharusnya menjadi pintu masuk menuju fisika baru, teori baru yang menguraikan
bagaimana semesta tercipta dan bekerja.
Salah satu teori yang disebut Volkas adalah Supersymmetry
(SUSY). Dalam SUSY, setiap partikel memiliki partner partikel lain yang hanya
berbeda sedikit karakteristiknya. SUSY menarik karena seperti menyatukan semua
gaya yang ada di semesta, termasuk menawarkan kemungkinan penyusun materi
gelap.
Volkas menuturkan, penelitian Higgs Boson memang seolah
mengawang-awang. Namun, karena adanya tantangan di CERN, misalnya soal
pertukaran data dalam jumlah besar, lembaga penelitian seperti CERN telah
memberikan kontribusi dalam pengembangan world wide web yang
mendasari internet.
Saat ini, tugas CERN masih belum selesai. CERN masih harus
memastikan apa yang baru saja diumumkannya kemarin, apakah Higgs Boson atau partikel
baru. Di sela-sela itu, CERN harus menghadapi tuntutan untuk berhasil sebab
telah menghabiskan biaya besar untuk penelitiannya.



0 komentar:
Posting Komentar