Astronom menemukan empat pasang bintang yang seharusnya
tidak pernah ada di Galaksi Bimasakti. Keempat pasangan bintang itu mengorbit
satu sama lain dengan jarak yang superdekat.
Bintang ditemukan lewat observasi dengan Kingdom Infrared
Telescope (UKIRT) di Hawaii.
Dalam observasi, astronom memonitor cahaya ratusan ribu
bintang dalam gelombang inframerah selama 5 tahun. Pengamatan difokuskan pada
bintang katai merah, bintang yang jauh lebih kecil dan redup dibandingkan
dengan Matahari. Jenis bintang melimpah, tetapi sulit diobservasi.
"Mengejutkan, kami menemukan beberapa bintang katai
merah biner dengan waktu orbit lebih pendek dari lima jam, sesuatu yang
sebelumnya dikatakan tidak mungkin," ungkap Bas Nefs, pimpinan peneliti
dari Observatorium Leiden di Belanda, seperti dikutip Space, Rabu
(25/7/2012).
Bintang biner adalah dua bintang yang letaknya berdekatan,
memiliki pusat massa sama dan mengorbit satu sama lain. Ilmuwan mengatakan,
bintang biner yang ditemukan kali ini adalah bintang yang seharusnya tak
mungkin eksis karena jarak satu sama lain terlalu dekat.
Teori yang berkembang berdasarkan penelitian selama 3 dekade
menyebutkan bahwa waktu orbit bintang biner tak bisa kurang dari 5 jam.
Sementara, waktu orbit bintang biner yang ditemukan kali ini berjarak 4 jam.
Jadi, jarak antarkeduanya sangat dekat. Para astronom
mempercayai, bintang yang berjarak dekat satu sama lain cenderung akan melebur
menjadi satu membentuk bintang yang lebih besar.
Astronom memperkirakan, pada masa awalnya, bintang biner ini
menyusut, yang mengindikasikan bahwa orbit bintang ini menyusut. Meski
demikian, belum diketahui sebab penyusutan tersebut. Salah satu sebab yang
mungkin terjadi adalah bintang biner itu sangat aktif.
Saat bintang mulai bergerak mendekat satu sama lain, garis
medan magnet terdeformasi. Gaya magnetik memperlambat gerak bintang,
memungkinkannya bergerak lebih dekat lagi.
Hasil studi ini dipublikasikan di Monthly Notices of
the Royal Astronomical Society.



0 komentar:
Posting Komentar